DESTIGER

Kalender Imlek atau Kalender Matahari — Mana yang Dipakai Saju?

30 Maret 2026 · DESTIGER

Saju memakai kalender Posisi Matahari, bukan Kalender Imlek. Simak bedanya dan alasan mengapa hal ini penting.

Bahasa Indonesia

Salah satu hal pertama yang membingungkan pemula Saju adalah soal kalender. “Bukankah Saju dihitung dengan Kalender Imlek?” barangkali pertanyaan yang paling sering muncul. Jawaban singkatnya: bukan. Saju memakai kalender Posisi Matahari (節氣曆, jeolgiryeok), bukan Kalender Imlek. Perbedaan inilah yang pertama-tama perlu dipahami agar pembacaan Saju akurat.

Kalender Imlek disusun berdasarkan siklus Bulan. Satu bulan dihitung dari satu fase bulan baru ke fase bulan baru berikutnya (sekitar 29,5 hari), dan hari raya tradisional seperti Seollal (Tahun Baru Imlek) dan Chuseok mengikuti kalender ini. Sebaliknya, kalender Posisi Matahari didasarkan pada posisi Matahari—tepatnya, letak Bumi di sepanjang ekliptika saat mengelilingi Matahari. Ke-24 Posisi Matahari (Ipchun, Usu, Gyeongchip, dan seterusnya) menjadi titik-titik pembagi kalender ini.

Dalam Saju, batas tiap bulan ditentukan oleh kelompok “jeol” (節) di antara 24 Posisi Matahari. Misalnya, Bulan Macan (寅月) dimulai pada Ipchun (Awal Musim Semi), dan Bulan Kelinci (卯月) dimulai pada Gyeongchip (Bangunnya Serangga). Tanggal-tanggal Posisi Matahari ini hampir sejalan dengan Kalender Masehi, tetapi bisa jauh berbeda dari Kalender Imlek. Tahun Baru Imlek (tanggal 1 bulan pertama Imlek) dan Ipchun (sekitar 3–5 Februari dalam Kalender Masehi) tidak jatuh pada hari yang sama.

Dalam praktik, perbedaan ini penting karena orang yang lahir di dekat batas Posisi Matahari bisa mendapat Pilar Bulan yang berbeda, tergantung kalender mana yang dipakai. Contohnya, kalau kamu lahir pada 3 Februari menurut Kalender Masehi, Kalender Imlek mungkin sudah menganggapnya tahun baru. Namun, jika Ipchun tahun itu jatuh pada 4 Februari, Saju masih menempatkanmu di Bulan Kerbau (丑月) tahun sebelumnya. Pilar Bulan yang berbeda mengubah tafsiran seluruh peta Saju, jadi perbedaan ini sangat menentukan.

Begitu pula dengan batas Pilar Tahun: bukan 1 Januari, bukan pula Tahun Baru Imlek, melainkan Ipchun. Kalau kamu lahir sebelum Ipchun, Saju-mu memakai Pilar Tahun dari tahun sebelumnya, walaupun Kalender Masehi dan Kalender Imlek mungkin sudah sama-sama berganti tahun. Salah memilih kalender saat menentukan data lahir bisa menghasilkan peta Saju yang keliru sama sekali.

Urusan Posisi Matahari ini ditangani DESTIGER secara otomatis. Begitu kamu memasukkan tanggal dan jam lahir menurut Kalender Masehi, sistem menghitung batas Posisi Matahari yang tepat untuk tanggal itu, lalu menentukan Pilar Tahun dan Pilar Bulan yang benar. Jika lahir di dekat batas Posisi Matahari, masukkan jam lahir seakurat mungkin agar hasilnya paling tepat. Kalau masih ragu Pilar Bulan mana yang berlaku untukmu, hasil analisis DESTIGER langsung menjawabnya.

Kebingungan akibat batas Posisi Matahari ternyata sangat umum. Orang yang lahir pada 3 Februari di tahun tertentu bisa mendapat dua peta Saju yang sama sekali berbeda di dua situs yang berlainan: yang satu menempatkannya di Bulan Kerbau tahun sebelumnya, yang lain di Bulan Macan tahun baru. Perbedaan ini muncul karena tiap sistem menangani batas Ipchun dengan tingkat ketelitian yang tidak sama. Selisih beberapa jam saja bisa mengubah hasil, karena itu jam lahir yang tepat sangat penting bagi siapa pun yang lahir di akhir Januari atau awal Februari.

Supaya dasar Saju-mu makin kokoh, ada baiknya mengenal 24 Posisi Matahari lebih dalam. Ke-24 Posisi Matahari terbagi menjadi dua kelompok: Jeol (節, titik simpul) dan Gi (氣, titik energi). Hanya 12 Jeol—Ipchun, Gyeongchip, Cheongmyeong, Ipha, Mangjong, Soseo, Ipchu, Baengno, Hallo, Ipdong, Daeseol, dan Sohan—yang menjadi batas bulan dalam Saju. Ke-12 Gi sisanya (Usu, Chunbun, Gogu, dan seterusnya) menandai titik tengah tiap bulan, tetapi tidak memengaruhi penetapan pilar.

Pilar Jam membawa satu persoalan kalender lagi. Dalam Saju, hari dimulai pada Jam Tikus (Ja-si), yang berawal pukul 23.00. Apakah rentang pukul 23.00 sampai tengah malam masuk hari itu atau hari berikutnya masih diperdebatkan para ahli; perdebatan ini dikenal sebagai kontroversi Ya-Ja-Si (Jam Tikus Malam). Kalau kamu lahir antara pukul 23.00 dan tengah malam, perbedaan ini bisa sekaligus mengubah Pilar Hari dan Pilar Jam, sehingga jam lahir yang akurat jadi makin penting.

Ada cara mudah untuk melihat sendiri perbedaan Kalender Imlek dan kalender Posisi Matahari dalam keseharian. Bandingkan tanggal Seollal (Tahun Baru Imlek) dengan tanggal Ipchun di tahun mana pun. Pada tahun-tahun tertentu Seollal jatuh sebelum Ipchun, pada tahun lain sesudahnya. Di tahun ketika Seollal datang lebih dulu, orang yang lahir di antara kedua tanggal itu sudah merayakan tahun baru menurut Kalender Imlek, tetapi dalam hitungan Saju masih termasuk tahun sebelumnya. Selisih ini langsung memengaruhi penetapan Pilar Tahun.

Detail lain yang tak kalah menarik: waktu pasti tiap Posisi Matahari bergeser sedikit dari tahun ke tahun. Ipchun bisa jatuh pada 3 Februari di satu tahun dan 5 Februari di tahun berikutnya. Pada tanggal yang sama pun, jam dan menitnya berbeda. Karena itu, analisis Saju yang akurat perlu menghitung pergantian Posisi Matahari sampai ke hitungan jam untuk tahun itu. Mesin kalender abadi DESTIGER mengerjakan perhitungan ini secara otomatis, sehingga peta Saju-mu berdiri di atas dasar astronomi yang presisi.

📖 Panduan Terkait

Bagaimana Kecocokan dalam Saju Dihitung?
Harmoni, ciong, Gesekan, Hukuman, dan Pecah dibaca bersama keseimbangan Lima Elemen kedua orang.
Apa Itu Saju? — Dasar-Dasar Membaca Peruntungan ala Timur
Cara tradisional membaca alur hidup lewat empat pilar: tahun, bulan, tanggal, dan jam lahir.
Mengenal Empat Pilar: Tahun, Bulan, Hari, dan Jam
Penjelasan sederhana tentang makna tiap pilar dan cara membacanya.
← Kembali ke Panduan